thanks mom


Hari ini senin 3 November 2008

Pukul 6.50 saya msih di rumah, biasalah nunggu dianter kakak naek motor (uhh… :(  ). Pas mau jalan dihadang mama (mom panggilan kesayangan saya), “ish, tunggu mama punya utang kan 12ribu. Nih nanti kamu ga ada ongkos”. Saya cuma terdiam.. diam.. tak tau harus berkata apa..

Tiba-tiba saya tersadar dan malu.. malu sekali.. bagai diri tak ada harga

Mom, kok bisa-bisanya mama merasa punya hutang sama ishma. Padahal ishma udah banyak ngerepotin mama. Ishma yang bandel selalu gak betah tinggal dirumah, selalu bikin pusing sekeluarga..

Mah, ishma sadar.. selama ini ishma emang ga deket sama mama, karna ishma anak kesayangan papa, terlalu manja sama papa. Padahal mah, kalau ishma sakit mama yang ngerawat, ngasi obat, nemenin tidur, ngajarin belajar baca (kata mama umur 4 tahun ishma udah bisa baca n kemana2 selalu bawa koran, walaupun sedang bok2 …ups! Subhannallah mama keren banget!), bikinin ishma long dress kaya putri di dongeng2, beliin ishma pakaian2 bagus. Walaupun mama itu sedikit pendiam, ga banyak omong, ekspresinya hanya satu “lelah” . Beliau lelah akan beban hidup. Berharap anak2 cepat dewasa en nikah!! trus hidup tenang menikmati masa tua di kampung.

Sekarang ucapan ituh akan ku pancang lekat2 mom–> “Berharap anak2 cepat dewasa en nikah!! trus hidup tenang menikmati masa tua di kampung.” Bukan berarti sy harus nikah dini (eitss…). Btw, secara umumnya sepertinya orangtua pengin begitu khan??.

Mom, ishma akan ingat malam itu. Saat kita curhat, mom matamu sembab, wajahmu meyiratkan kepedihan, wajah yang penuh kesabaran itu akhirnya meluapkan kepenatannya, dihadapanku.. sekali lagi dihadapanku..!!

“Ish, kita cepet pindah yaa dari sini (Depok). mama ga mau nyusahin teteh. suruh papa jual rumah cepet2, mama mau tinggal sama ishma. kita tinggal berdua, gak apa2 tempatnya kecil. asalkan kita hidup tenang dan bahagia. mama mau khusyu’ beribadah. mama sadar mama udah tua. banyak dosa. mama ga mau repot dan banyak pikiran dunia lagi…”

Ishma hanya diam, ga bisa bilang apa2. Ishma sapu airmata di wajah mama. Wajah mama yang lusuh dimakan penderitaan, malam itu malam terindah disaat dua insan ibu dan anak saling menumpahkan keluhan, menyapaikan kegundahan. Itulah curahan hati yang terdalam.

Lalu bagaimana dengan ucapan mama hari ini?? Ibu.. Seorang ibu yang merasa takut anaknya kekurangan uang saku hanya karena beliau berhutang??

Jika Allah mewajibkan membayar hutang atas pengorbanan ibu, pasti saya sudah mengurutkan berapa biaya perawatan hamil? biaya persalinan? biaya sakit selama hamil dan persalinan? biaya menyusui?? Berapa?

Berapa harga yang harus saya bayar mom?? Sebutkan??

Tapi mama bukan tipe wanita yang Matre . Bisa dilihat kakak kedua saya yang sudah bekerja di T-sel n menjadi karyawan tetap. Toh mama hampir gak pernah minta apa2, bukan karena hidup kami sudah mapan. Tapi naluri seorang ibu menginginkan anaknya bahagia, secara si teteh sudah menikah pula.

Itulah seharusnya ibu, merawat, membimbing, menjaga keluarganya. Ibu itu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Itu yang kudapat darimu mom.. i love you mom..

Mom kau IBU JUARA NOMOR SATU DI DUNIA.. tiada tara kasih sayangmu..

entah bagaimana saya hidup tanpamu. ku persembahkan untuk mama yangsering sakit-sakitan.. semoga lekas sembuh mom..!! kami merindukan tawamu.. tawa seorang Bidadari yang Allah persembahkan untukku. Bukan dari permata yakut atau marjan yang nan begitu eloknya. Tapi ibuku nun jauh lebih indah…

Ya sudahlah.. kita tutup masalah lalu dan mulai dengan yang baru.. seperti kata ini “kesulitan… seluruh kesulitan dalam hidup ini adalah bagian dari suatu tatanan yang sempurna dan sifat yang paling pasti dari sistem tata surya ini…. —Pierre Simon de Laplace, bisa disebut astronom no satu—“

Mom.. ada puisi untukmu, puisi kesukaanku karya Sapardi Djoko Damono. Dan kini ku tau puisi ini pantas ku persembahkan untukmu..

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu..

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..

ini mom fotomu yang tersimpan dalam hatiku.. bersama cucu tersayang🙂 dalam bis menuju perjalanan ke Bandung

~ oleh ishma pada 3 November 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: